Bicara tentang Jeneponto, apa yang anda pikirkan? Cuaca sangat panas dan gersang! Ya, hal ini memang tak bisa dipungkiri. Berbeda dengan kebanyakan daerah lain di Sulawesi Selatan, Jeneponto memang dikenal lebih hot. Meski demikian, bukan berarti kabupaten yang berada diapit oleh Kabupaten Takalar dan Bantaeng ini lantas tak memiliki pemandangan yang sedap di pandang mata. Salah satu destinasi wisata yang belakang mulai hits di kabupaten ini adalah PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) Tolo 1 yang berlokasi di Dusun Ganrang Batu, Desa Kayu Loe Barat, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Di tempat ini anda bisa menikmati senja dengan begitu cantiknya.

PLTB Jeneponto, Sulawesi Selatan

Kincir angin raksasa PLTB Tolo 1 tersebut merupakan bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 35.000 MW. Proyek itu sendiri, tak lain merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai target bauran energi nasional 23 persen dari Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025. Namun, selain menjadi pemasok energi, PLTB Tolo1 rupanya juga menjadi alternatifr wisata.

Di tempat ini, kita bisa menikmati semilir angin secara terbuka dan melihat kincir angin raksasa. Panorama di sekitar PLTB Tolo 1 juga tak kalah menakjubkan. Di PLTB ini, bakal menyaksikan deretan kincir angin raksasa berpadu dengan hamparan pemandangan hijau dari areal persawahan yang sangat luar biasa.

Kunjungan ke PLTB Tolo 1 sendiri, menjadi semakin ramai sejak tempat tersebut diresmikan pada November 2018 lalu. Tak hanya kawula muda yang demen berkunjung, tetapi juga para orang tua atau keluarga dan teman-teman. Baling-balingnya pun tampak unik, karena dari kejauhan seperti baling-baling pesawat. Sekilas, cuaca ini seperti di Negeri Kincir Angin, Belanda.

Pastinya, perpaduan keunikan baling-baling dan pemandangan nan sangat cantik itu, cocok menjadi latar belakang berswa foto. Tak hanya pengunjung yang sengaja datang berkunjung saja yang menyempatkan berselfie, tetapi juga para pengendara yang melintas di sekitar PLTB Tolo 1. Mereka tak segan memberhentikan kendaraan mereka dan sejenak berselfie ria berlatarkan kincir raksasa dan persawahan luas itu.

Saat musim kemarau atau cuaca bersahabat, tempat ini menjadi lebih riuh. Pasalnya, banyak pengunjung yang sengaja datang untuk menyaksikan panorama senja di PLTB ini.  Selain pemandangan sang mentari yang hendak pulang ke peraduannya itu, di PLTB Tolo 1 pemandangannya juga lebih menarik di kala sore hari, karena banyaknya kerlap kerlip lampu yang menyala.

Selain cocok dikunjungi para penikmat wisata santai, PLTB Tolo 1 juga cocok dikunjungi oleh para penyuka wisata adventure atau petualangan. Di kawasan PLTB Tolo 1 ini, terdapat jalan yang menghubungkan dengan lokasi kincir angin. Nah, jalanan tersebut cocok dijadikan medan memacu adrenalin bagi para pemotor trail.

Para pengunjung yang datang, tidak saja berasal dari Jeneponto, tetapi juga dari kabupaten dan kota lain di sekitarnya, seperti Gowa, Makassar, Bulukumba, Bantaeng juga Sinjai. Pasti penasaran bukan akan keindahannya? Oleh karena itu, saat bertandang ke Sulawesi Selatan kelak, jadwalkan waktu untuk bertandang ke PLTB Tolo1 .

Apabila ingin ke PLTB Tolo 1, dari Makassar harus menempuh perjalanan  kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam untuk sampai Jeneponto. Lokasi PLTB Tolo 1 sendiri, berjarak sekitar 10 hingga 15 km dari pusat Kota Jeneponto. Artinya kita membutuhkan waktu lagi 30-an menit lagi untuk menuju PLTB Tolo 1. (y-a)

Tag: Menikmati Senja di PLTB Janeponto, Sulawesi Selatan, PLTB Jeneponto, PLTB Tolo 1, Jeneponto, Makassar, Takalar, Bantaeng, Sahabat Mela, Sulawesi Selatan,

contact & follow us on social media