Suka wisata pantai atau bahari? Atau, justru tengah bosan dengan piknik ke pantai yang itu-itu saja? Hmmm.. Kalau ‘kegalauan’ ini yang tengah melanda, artikel ini adalah ‘obatnya. Wajib dibaca sampai habis ya! Well, sebuah pulau mungil ini barangkali bisa menjadi alternatif wisata pantai. Namanya adalah Pulau Lanjukang. Berada di gugusan pulau terdepan di ujung Makassar, beginilah pesona pulau tersebut.

Terletak sekitar 40 km dari Makassar, Pulau ini juga salah satu di antara gugusan Kepulauan Spermonde. Namun, tak seperti Spermonde yang belakangan namanya mulai naik daun dan menjadi primadona wisata Sulawesi Selatan, Pulau Lanjukang memang belum banyak diketahui orang—selayaknya Selayar yang sudah begitu masyur. Namun, soal kecantikannya, jelas tak kalah! Memiliki luas sekitar 6 hektar saja, nyatanya pulau mungil ini menawarkan pemandangan surgawi yang dipastikan membuat setiap pengunjungnya ogah pulang!

Bagaimana tidak, di pulau ini Sahabat MeLa bakal dibuai dengan pemandangan hijau pohon cemara yang rindang di sekitar pulau. Rona hijau juga terpancar dari banyak pohon kelapa yang tumbuh. Sungguh syahdu sekedar menghabiskan waktu duduk santai di bawah nyiur kelapa yang daunnya meliuk seksi tertiup hembusan angin pantai nan sepoi. Pasir putih bersih pun bak ‘kasur alam’ yang bisa Sahabat MeLa gunakan untuk bergulung-gulung, bermainmain bebas.

Oh iya, satu informasi untuk menambah pengetahuan. Pulau ini  memiliki nama lain Lanyukang atau Laccukang atau dalam Bahasa Indonesia berarti lanjutkan. Hal ini memang tak terlepas dari peran pulau itu sendiri sebagai tempat istirahat para nelayan yang berlayar mencari ikan di sekitar pulau tersebut. Kabarnya, sekitar pulau ini begitu kaya akan  beragam ikan. Nah, untuk menuju pulau ini, dari Kota Makassar harus menuju ke Pelabuhan Paotere. Selanjutnya, perjalanan ke Pulau Lanjukang dilanjutkan dengan kapal kayu penduduk yang bisa disewa. Tarifnya sekitar Rp 1 jutaan, tetapi ini bisa dimuati hingga 10 orang. Dengan demikian, Sahabat MeLa, tidak terlalu berat menanggung budget tersebut sendirian.

Sementara itu, sebagai pulau kecil tak mengherankan jika Lakunjang memiliki kepadatan penduduk yang jarang. Pulau ini hanya ditinggali sekitar 15 kepala keluarga saja dengan jumlah penduduk sekitar 50 orang. Mereka memiliki ciri fisik badan kecil—di bawah ratarata orang Indonesia, punggung agak membungkuk dan rambut yang jarang. Ciri tersebut konon akibat perkawinan incest atau saudara kandung yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Fakta lain yang sebenarnya cukup miris, anak-anak tak sekolah, karena tidak ada sekolah didirikan di pulau ini.

Terlepas dari hal tersebut, sebenarnya penduduk pulau ini sangat ramah dan hangat kepada pengunjung. Mereka dengan rela hati menawarkan rumahnya untuk disinggahi. Hal ini tentu sangat membantu Sahabat MeLa yang hendak bermalam di pulau ini, mengingat fasilitas umum di tempat ini masih belum lengkap. Maklum saja, Lajukang masih menyandang ‘gelar’ pulau 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Listrik juga belum sepenuhnya ‘hidup’, hanya menyala dari Pukul 17.30-21.00 WITA. Jangan harap bisa cekrek-cekrek selfie lalu unggah ke media sosial detik itu juga! Sinyal jelas barang ‘mahal’ di sini. Oleh karena itu, daripada sibuk mencari sinyal untuk update status,

lebih baik banyak dokumentasikan setiap sudut keindahannya tanpa terlewarkan. Bagikan ke dunia maya foto-foto terbaikmu di Pulau Lakunjang setelah kembali dari Makassar. Selamat Piknik!

Tag: Begini Pesona Pulau Lanjukang di Ujung Makassar, Pulau Lanjukang, Pulau terdepan Makassar, Mentari Sulawesi, Sahabat Mela, Lanyukang, Laccukang

contact & follow us on social media